Ngobong Ban Bekas

Obrolan diskusi tadi siang memncoba membuka ingatanku tentang obrolan di koridor jurusan kala itu.
Siang itu memang begitu rame lorong koridor di jurusan tepatnya depan kantor Kajur, ada antrean panjang dari beberapa orang baik itu Mhs, karyawan bahkan da juga tamu dari luar yang kebtulan juga pengen sowan pada Kajur mungkin ada urusan lain. Terlihat dari luar ketika pak kajur lagi sibuk menerima tamunya dengan seriusnya..sedangkan diluar tak ubahnya antrean panjang ntuk menghadap beliau…dan saya pun da disalah satu barisan antrean tersebut dengan menenteng Map yang berisi penuh Naskah ujian pendadaran untuk dimintakan pengesahan oleh beliau.. 
Dan di antrean barisan tersebut saya merasa seperti terasingkan karena gak da yang saya kenal maklum angkatan veteran jarang nongol di kampus….dan saya pun larut dlam anteran tersebut…sekilas dari antrean tersebut tampak beberapa mhs kira2 Tingkat 2 lah klo gak slah dengan memakai jas almamater berbalutkan pita merah putih di lengannnya yang kebetulan ikut ngantri juga…kucoba mengamati dan menyimak sekilas mereka berdua yang lagi asyik ngobrol…..dan mereka pun mencoba membuka obrolan dengan saya siang itu…

Jas Almamater : Mo ngadep kajur juga to mas…
Saya : Iya nih dah ngantri dari tadi tapi kelihatannnya tamunya banyak…
Jas Almamater : ( Mencoba melirik Naskah yang saya bawa) Masnya Mhs sini juga tho…
Saya : kok tau 
Jas Almamater : iya lha wong teu dari naskahnya klo Nim nya pakai enam digit
Saya : oh gitu….tumben ini da acara apa kok pakai jas almamater lengkap gitu, mo ada ospek lagi ya… 
Jas Almamter : Nggak mas kebetulan tadi kita abis aksi di pusat kota…
Saya : oh aksi…lha terus isu yang di bawa apaan…
Jas Alamamter : iya mas kebetulan saya aktivis mhs dan isu yang di bawa kasus century yng lagi booming dengan 6,7 T …
Saya : lha terus aksinya rame no yang ngikut banyak….
Jas Almamater : wah rame pol mas yang ngikut banyak hamper semua organisasi di kota ini ada, pakai ngobong ban bekas segala lagi tur sempat bikin macet jalan protocol juga, aparat pun mulai kwalahan dengan aksi kami mas…
Saya : oh gitu ya wah asik dunk bisa mengutarakan pendapat……..
Jas Almamter : Iya mas klo gak gitu gak gayeng….
Saya : trus dari aksi itu efektif gak pesan moral atau isu yang disampaikan
Jas Almamter : wah kurang teu ya mas ya… kayaknya masuk seh..soal aku sibuk jadi korlap dan nyebarin pamphlet he…
Saya : lha pas km aksi ada juga yang lainnya gak seperti Pkl, dan orang lainnnya seperti pejalan kaki ato pengguna jalan lainnya dsb…
Jas Almamter : Ada sih mas dan banyak…memang kenapa...??
Saya : Ada gak dalam benakk mu dengan aksimu yang seperti itu sebenarnya secara tidak langsung mengganggu pengguna jalan yang lain bahkan pkl..
Jas Almamater : Maksud e piya mas…
Saya : dengan ngobong ban bekas, trus ribut dengan aparat, sampai bikin macet jalan..tu sebenarnya merugikan pihak lain…coba deh di cermatin PKL yang da diujung jalann tu dagangannnya gak bakalan laku, (Mbah e sing dodol intip ) gimana mo beli orang mo lewat ja dah kehadang ma ban2 bekas yang sengaja di bakar…pembeli jadi takut…pkl pun pulang gak bawa duit kasihan keluargannya…untunk masih selamat bisa pulang dan dagannya tidak dijarah …jalannan jadi macet kasihan pengguna jalan lainnya padahal mereka py aktivitas sendiri jadi delay gara2 kejebak aksi itu….wis pokoke akaeh rugine,…
Jas Almamter : lha tapi sya punya tuntutan yang mengatasnamakan rakyat dan gerakan mhs mas… 
Saya : ya oke lah km bawa nama rakyat dan gerakan mahasiswa tetapi jika cara-cara seperti itu yang kamu kedepannkan mungkin public akan merasa antipati dengan aksimu dan mungkin malah menodai gerakan murni mahasiswa sendiri…coba lah pakai cara yang lebih santun…
Jas Almamater : Santun??
Saya : iya..jadi setiap individu mempunyai hak tuk mengutarakan pendapat yang sudah diatur oleh undang2…bisa dengan diskusi, audensi dengan pihak terkait,atau mungkin dengan tulisan, atau nyebar kuisioner dsb… Jadi coba deh kedepankan dengan cara yang santun…katannya MAHASISWA agen perubahan..aktor intelektual.. tetapi kok caranya seperti tu…coba deh ubah pola gerakan…mungkin nanti ceritannya akan lain..dan pada akhirnya public kan simpati pada kalian tuk terus mengawal perjalanan bangsa ini..
Jas Almamamter : Ooo gitu ya mas…ngomong2 dulu juga aktif tho mas…
Saya : gak saya cuman pengurus RT di kalurahan refernsi lantai 1 bawah, biasa kerja bareng sama pak RW, pak LUrah, Pak Modin, Pak Kaur da hansip nya juga..serta ketua pemuda…oke gitu aja aku menghadap dulu ke Kajur tuk minta pengesahan….
Jas Alamamater : Nggih mas nuwun…….(Seakan terkaget ternyata aku mhs di kampus itu juga)

Leave a comment

sabtu dini hari

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,cintakanlah pada seorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu Agar bertambah kekuatanku tuk mencinta-Mu 

Ya Muhaimin, jika aq jatuh cinta, jagalah cintaku padanya Agar tidak melebihi cintaku padaMu 

Ya Allah, jika aq rindu, jagalah rinduku padanya,Agar tidak lalai aku merindukan surgaMU 

Ya Allah, jika aq menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan bermunajat Di sepertiga malam terakhir-Mu 

Leave a comment

Mobil Dinas Lurah Tak Lulus Uji Emisi

Jakarta - Asap mengepul hitam dari knalpot Metro Mini, itu biasa. Tapi kalau asap mengepul dari mobil dinas Pemprov DKI itu membuat geram pejabat Pemkot Jakarta Selatan (Jaksel). Sebabnya, Pemprov DKI tengah gencar mengkampanyekan Jakarta bebas polusi.

Hal tersebut terlihat saat uji emisi di Kantor Wali Kota Jaksel. Mobil dinas lurah Cilandak Barat Matridi, No Pol B 2914 PQ mengeluarkan asap pekat saat alat pengukur emisi dimasukan ke knalpot.

Alhasil, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan Mangara Pardede memberikan teguran keras. Padahal mobil itu merupakan kendaraam pertama yang diuji pada pelaksanaan uji emisi gratis yang diadakan di halaman kantor Walikota Jaksel.

"Segera dibawa ke bengkel dan diperbaiki," tegas Mangara, kepada sopir yang membawa mobil tersebut di lokasi, Jalan Prapanca Raya, Jaksel, Rabu (28/7/2010).

Saat dilakukan uji emisi, kendaraan dinas Kelurahan Cilandak Barat tersebut gas buangnya melebihi ambang batas yang ditentukan, yakni untuk CO2 11,37. Sedangkan batas maksimalnya hanya 3,0.

Mangara mengatakan dengan adanya uji emisi ini, Pemprov DKI dapat mengetahui sejauhmana perawatan yang dilakukan terhadap mobil dinas. "Mobil dinas diharapkan dapat memberi contoh kepada masyarakat. Pejabat harus rutin melakukan uji emisi minimal 6 bulan sekali. Sehingga gas buangnya tidak melebihi ambang batas," tambahnya.

Uji emisi ini merupakan salah satu kepedulian untuk menciptakan lingkungan yang bersih sebagai implementasi dari Instruksi Walikota Administrasi Jakarta Selatan Nomor 142 tahun 2009 tentang Zona Berstiker Lulus Uji Emisi pada lingkungan kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan. "Kita juga mengupayakan lingkungan kantor Wali Kota ini bebas polusi," tegasnya.

Leave a comment

Bagaimana Kisah Selanjutnya.........

TIDAK ada satu pun orang yang mengaku beriman yang tidak mendapat ujian dari Allah. Pak Jalal, orang terkaya di kampung Bang Jack, memasuki fase baru dalam kehidupannya. Karena kesalahan sendiri, Pak Jalal yang bangkrut total dan jatuh miskin terpaksa tinggal di gubuk milik Asrul. Awalnya, Pak Jalal mengalami semacam post power syndrome. Serpihan karakter yang dimiliki Pak Jalal kembali berkumpul, dia menjadi orang miskin paling narsis di kampung itu.

Sebaliknya, Astrul dan istrinya yang dulu adalah pasangan termiskin di kampung, mulai sukses dengan usaha warung soto. Mereka kini menempati rumah kontrakan yang lebih layak.

Namun fase baru kehidupan itu bukannya tanpa masalah. Ibadah Asrul mulai terganggu karena kesibukannya yang luar biasa. Hingga pada titik tertentu, Asrul memohon kepada Allah untuk dikembalikan kepada kehidupan yang dulu, ketika keluarga Asrul masih miskin.

Sementara Udin sang hansip, memutuskan memakai uang haji untuk membeli sepeda motor baru. Dengan motor itu, Udin akan mencari nafkah sebagai tukang ojek, untuk memperbaiki taraf hidup keluarganya, sekaligus menabung lagi untuk pergi haji.

Di lain pihak, Bang Jack merasa kesepian dan semakin dekat dengan kematian. Bang Jack khawatir jika Chelsea, Barong, dan Juki sudah memiliki kehidupan sendiri, dia akan mati sendirian tanpa seorang pun yang mendampinginya. Karena itulah Bang Jack menjadi lebih sensitif, mudah ngambek, dan melankolis.

Pasangan Aya dan Azzam memulai kehidupan baru berumah tangga. Aya bukanlah tipe ibu rumah tangga yang bisa meladeni suami dengan baik, meski tetap penuh cinta. Hal ini menjadi masalah bagi Azzam yang semakin terlihat bawel. Ditambah lagi dengan kehadiran seorang manajer keuangan yang cantik di kantor mereka.

Warga kampung pun tak luput dari cobaan. Bonte menemukan sebuah koper berisi uang Rp 2 miliar. Keberadaan uang tak bertuan itu mengancam kehidupan kampung Bang Jack yang awalnya rukun dan damai penuh kasih sayang. Uang dalam koper itu pun melahirkan intrik-intrik politik desa yang dipicu oleh Trio RW.

Bagaimana para tokoh Para Pencari Tuhan 4 melewati ujian tersebut? Temukan jawabannya hanya di saluran Satu untuk Semua. 

Leave a comment